Sabtu, 15 Februari 2014

Sungguh Kagum Padamu, Pria Berkacamata (Bagian I)



Terkesima..
Yah, lagi-lagi terkesima..
oleh pemuda yang ada di layar kaca.
Alif. Nama yang sederhana. Alif adalah sosok yang luar biasa. Dari tanah Minang, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan. Dia pun dengan gagahnya melanjutkan jenjang pendidikan di sebuah pondok pesantren terkenal di bilangan Jawa.

Walau impian sebearnya bukan disitu, tapi Alif mampu mengalahkan egonya, mampu mengalahkan mimpi-mimpi yang telah lama dirajut bersama sahabatnya, yaitu melanjutkan SMA di Bandung dan kuliah di ITB. Walau awalnya sempat ragu dan lebih sering mempertimbangkan mimpinya lebih tepat ketimbang pilihan kedua orang tuanya terutama ibunya, namun pilihannya pun tetap jatuh pada pesantren Madani. Ia pun berhasil menang bertarung melawan egonya, amazing.

Saya tahu, telah banyak pemuda sebelumnya yang serupa dengannya. Memiliki impian yang bertentangna dengan orang tua, namun saya begitu yakin hanya sedikit yang mampu mengambil langkah serupa dengan bijaknya, dengan mendengar serangkaian nasehat dari ayahnya, dan ingin sepenuhnya menunjukkan kebaktiannya kepada kedua orang yang sangat berarti bagi episode kehidupannya dan itu yang membuatku begitu kagum, kagum melihat hasil akhirnya, mampu meruntuhkan pondasi mimpinya selama ini.

Belum, belum cukup kawan. Ketakjubanku pada pemuda berkacamata itu. Ia tidak hanya sekedar mengayuh di samudera pendidikan yang berlafadzkan religius lalu merapat di puncak kesuksesan dengan hambarnya, dengan tawarnya, belajar, tamat dan mengabdi. Tidak kawan, tidak hanya sesempit itu. Kini ia kembali diperhadapkan dengan egonya. Impian sebelumnya yang pernah ia runtuhkan pondasinya, tapi ternyata ia belum meruntuhkan sepenuhnya. Masih ada puing-puing impian yang terus membayanginya, ditambah lagi dengan adanya surat dari sahabatnya yang dulunya ingin bersama mengarungi lautan ke Tanah Sundam yang menceritakan betapa indahnya kehidupan disana hingga temannya pun menyarankan untuk segera hengkang dari pesantren.

To Be Continued...
*Insya Allah di Bagian ke II

Tidak ada komentar:

Posting Komentar