Senin, 17 Februari 2014

SEBUAH CATATAN TENTANG LOKASI KKN UNHAS GEL.82 DI KEL. OMPO



Inilah yang dapat kita rasakan sesaat setelah mengunjungi salah satu Kelurahan yang berada di dalam lingkup Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Luas wilayahnya yang mencapai 23 kilometer persegi ini merupakan salah satu dari tiga kelurahan utama penghasil padi dengan produksi masing-masing sebanyak 15.039 ton. Wilayah kelurahan ompo ini memiliki  lima Dusun yaitu Dusun Ompo, Lesu, Madello, Lawo dan Tinco dengan  jumlah penduduk sebanyak 3013 jiwa. Masyarakat yang mayoritas beragama islam tersebut sebagian besar berprofesi sebagai petani sesuai dengan potensi alam daerah tersebut.   
Kelurahan ini tidak jauh dari kota Kabupaten, sehingga masyarakat hampir tidak pernah mendapatkan kesulitan dalam melakukan beberapa aktivitas sehari-hari seperti ke sekolah, berbelanja ke pasar, mendatangi kantor-kantor dinas, hingga melakukan akses internet. Bukan hanya itu saja, ada salah satu kelebihan yang dimiliki oleh Kelurahan ini yaitu memiliki objek wisata alam yang bernama Permandian Alam Ompo yang berasal langsung dari mata air di Kelurahan tersebut. Hampir setiap hari, lokasi ini kerap dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai asal daerah, bahkan setiap sore, sesaat setelah waktu ashar, sekelompok pemuda menjadikan lokasi tersebut sebagai arena sirkuit, hal ini tidak dipermasalahkan oleh warga sekitar karena dianggap tidak mengganggu aktivitas mereka. Ada sebuah cerita mistis yang sebagian besar dipercaya oleh penduduk setempat yaitu adanya makhluk halus menyerupai seorang wanita yang terkadang muncul di dekat kolam renang yang mengajak pengunjung wisata pria berenang bersamanya hingga masuk ke dalam air sehingga ia pun tewas seketika.
 Masyarakat Kelurahan ini memiliki sifat kepedulian yang tinggi, hal ini terbukti pada saat ada anggota masyarakat yang akan menyelenggarakan sebuah hajatan, maka tanpa disuruh para tetangganya langsung datang mendatangi kediamannya tersebut untuk ikut serta membantu. Tidak hanya itu saja, jika ada anggota masyarakat yang sakit, maka hampir seluruh tetangga sekitar secara refleks datang menjenguk. Begitu juga respon masyarakat kepada sekelompok tamu dari luar daerah yang juga tidak kalah pedulinya, hal ini terlihat pada saat menghadapi kelompok kuliah kerja nyata dalam hal ini adalah kami yang datang mendiami Kelurahan ini. Mereka dengan senang hati menawarkan bantuan tanpa meminta, bahkan hampir setiap pekan selalu ada masyarakat yang mengundang makan siang di rumahnya.
Ada salah satu Dusun yang cukup menarik perhatian yang tempatnya cukup terpencil yaitu Dusun Tinco. Namun, tidak seperti daerah terpencil lainnya, Dusun Tinco ini sangat pesat perkembangannya, hal ini bisa dibuktikan dengan banyaknya siswa yang setelah tamat SMA dengan gigih serta semangatnya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi hingga berhasil meraih cita-citanya walau dalam kondisi ekonomi yang memprihatinkan. Bukan hanya itu saja, hampir sebagian besar pelajar Kabupaten Soppeng yang berprestasi berasal dari Dusun tersebut.
Kondisi lingkungan Kelurahan yang sangat subur ini terlihat tidak maksimal dalam hal pengelolaanya, misalnya saja menanam sayur dan buah-buahan seperti kangkung, daun kelor, cabe merah, tomat, terung, kacang-kacangan dan lain-lain. Mereka sebenarnya bisa melakukan penanaman tersebut di pekarangan rumah masing-masing yang rata-rata berukuran luas akan tetapi kesempatan ini kurang dioptimalkan, dalam hal ini kelompok kami sudah memberikan masukan kepada mereka supaya lebih mengoptimalkan potensi lingkungan tersebut.
Berdasarkan survei yang telah saya lakukan terhadap berbagai masalah di Kelurahan, ada suatu masalah yang cukup memprihatinkan yaitu masalah membuang air besar khususnya di Dusun Lesu, Ompo, dan Lawo, ternyata cukup banyak keluarga yang belum memiliki jamban keluarga khususnya masyarakat yang kondisi ekonominya kurang mampu. Mereka biasanya membuang air besar di alam terbuka pada malam atau pagi hari. Persentase yang tidak memiliki jamban tersebut sekitar 25%.
Demikianlah hal-hal yang bisa saya gambarkan mengenai kondisi warga dan lingkungan Kelurahan Ompo, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Mudah-mudahan apa yang telah saya gambarkan tadi dapat bermanfaat bagi para pembaca dan terutama untuk diri saya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar