“Genggamlah tanganku, dan jangan pernah kau lepaskan.
Tetaplah ingat nasehatku, dan jangan pernah kau lupakan”.
Mungkin ini yang ada dihati semua orangtua, terutama Ibu.
Semua Ibu ingin yang terbaik untuk anaknya. Tak ada satu pun Ibu di dunia ini
yang menginginkan anaknya terperosok jauh, bahkan sampai tidak bisa tertolong
lagi. Semua Ibu tentunya ingin anaknya tetap berada garis lurus walau tak
berada di peraduannya sekalipun, pergi tanpa tersesat dan pulang hingga
selamat.
Namun, ketika sang anak telah berjalan terlalu jauh, kebanyakan dari mereka tak mau kembali ke peraduan bahkan telah lupa jalan pulang. Banyak yang tak lagi mengenal jati diri mereka yang sesungguhnya. Mengindahkan nilai-nilai kehidupan sebagaimana mestinya. Tak pelak, tak sedikit dari mereka yang perjalanannya berakhir dengan buruk.
Namun, ketika sang anak telah berjalan terlalu jauh, kebanyakan dari mereka tak mau kembali ke peraduan bahkan telah lupa jalan pulang. Banyak yang tak lagi mengenal jati diri mereka yang sesungguhnya. Mengindahkan nilai-nilai kehidupan sebagaimana mestinya. Tak pelak, tak sedikit dari mereka yang perjalanannya berakhir dengan buruk.
Mengapa hal ini terjadi???
1 1. Orang tua terlalu betah di zona nyaman
Kebanyakan orangtua senang berada di zona nyaman. Betah dengan dunianya sendiri. Seakan lupa pada sejatinya dirinya sebagai orang tua. Dengan pengalihan mencari nafkah, terlalu larut dengan pergaulan serta polemik persoalan antara ibu dan ayah. Sehingga perhatian kepada anak pun berkurang. Padahal semestinya orang tua mampu memanage semuanya dengan baik tanpa harus mengorbankan masa depan anak.
2. Orang tua terlalu percaya pada anak
Percaya pada anak itu penting bahkan
harus. Tapi, jika harus meletakkan kepercayaan sepenuhnya tanpa penjagaan
sedikitpun maka bisa menjadikan anak bisa menyalahgunakan kepercayaan yang
diberikan dengan mudahnya. Tetaplah memberi
pengawasan yang seharusnya tanpa harus memberi pengekangan. Jadi, sang anak pun
merasa kalau dirinya sedang diawasi.
3. Tersumbatnya aliran nasehat orang tua
Entah apa yang terjadi di zaman sekarang ini, seiring berkurangnya waktu, maka berkurang
pula nasehat demi nasehat yang seharusnya ditanamkan pada sang anak. Mengapa sekarang
predikat pergaulan bebas pada anak usia remaja begitu mengiang di telinga kita?
Hal ini dikarenakan kurangnya nilai-nilai yang ditanamkan orang tua pada anak
sejak dini. Bahkan sejak berada di dalam kandungan sekalipun. Saya yakin, jika
orangtua menanamkan nilai-nilai kebaikan pada anak sejak dini, maka jumlah
anak-anak yang tersesat akan berkurang dengan pesat.
Orang
tua merupakan peranan penting bagi pertumbuhan sang anak. Orang tua lah yang
kali pertama dikenal oleh anak. Orang tua lah sejatinya orang yang sangat dekat
pada anak. Dan orang tua lah yang paling didengarkan nasehatnya oleh anak,
sehingga orang tua yang harus menanamkan pendidikan yang terbaik untuk anaknya,
tentang bagaimana menjalani hidup tanpa harus menabrak rambu-rambu yang telah
ditentukan serta menjalaninya dengan arif tanpa harus berteriak “Ibu, Ayah, tolonglah,
aku tersesat !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar